Jenis Jenis Kayu Olahan

08 Dec 2011

Belakangan ini, saat kita menyinggung material kayu dalam dunia interior, pastilah tidak lepas dari kayu olahan. Hampir semua material yang sering dipakai untuk lantai, plafon, pintu, sampai furniture ini bisa didefinisikan sebagai kayu olahan.

Apakah itu kayu olahan? Kayu olahan adalah produk material berbahan dasar kayu yang sebelumnya telah melalui proses pengolahan di pabrik. Pengolahan itu menghasilkan product akhir dengan design, bentuk, sifat, dan kekuatan sesuai kebutuhan dan keinginan. Kayu olahan yang paling sering muncul untuk mebel misalnya, ada beberapa pilihan seperti kayu lapis (triplek atau multiplek), particle board, MDF, atau HDF merupakan Jenis Jenis Kayu Olahan.

Triplek adalah kayu lapis yang terdiri dari 3 lapis vinir. Pada umumnya triplek biasa ketebalannya berkisar antara 4 sampai 6 milimeter. Triplek dinilai lebih ekonomis karna dapat dipakai kembali, tetapi triplek tidak tahan air dan kelembapan.

Multiplek lebih tebal dari tripleks. Bahan ini memiliki lebih dari 3 lapis vinir. Arah serat di antara lapisan bawah dan atas harus dibuat searah. Untuk ketebalan multiplek, tersedia dalam ukuran 9, 12, 15, 18, hingga 24 milimeter. Bahan multiplek mudah dibentuk menjadi beragam model dan memiliki tingkat reduksi yang cukup bagus. Namun multiplek tidak terlalu tahan terhadap air dan kelembapan.

Particle board adalah kayu olahan yang terbentuk dari serbuk kayu yang dicampur dengan bahan kimia khusus. Setelah itu, campuran disatukan dengan lem, baru kemudian dikeringkan. Keuntungan menggunapak papan particle adalah ukuran penyusutan pada bagian lebar-panjangnya relative kecil meski bagian ketebalannya sangan peka terhadap kepembapan. Walaupun sering digunakan sebagai bahan dasar furniture, sebenernya kayu ini tergolong tidak tahan lama. Dalam kurun waktu tertentu, particle bisa berubah bentuk, terutama jika terkena air, menopang beban yang amat berat, maupun sering dipindah2.

MDF adalah jenis kayu yang tidak berlapis yang terbuat dari campuran bubur kayu dan bahan kimia tertentu. MDF tersedia dalam ketebalan 8, 12, 16 ,22, hingga 30 milimeter. Untuk finishing, gunakan saya irisan kayu lapis (vinir) atau pelapis kertas yang tersedia dalam beragam warna dan tekstur. Kelebihan daripada bahan MDF adalah: lebih tahan gores, warna tidak cepat pudar, ukuran dan presisisnya lebih stabil. Sedangkan untuk kelemahannya, MDF tidak tahan air atau kelembapan.

Jadi, sebelum memilih dan membeli suatu furniture, ada baiknya mempertimbangkan jenis, fungsi dan kegunaan furniture tersebut serta kondisi budget untuk membeli furniture, agar anda tidak salah mengalokasikannya. Jangan ragu untuk mengkonsultasikan pertimbangan anda dengan kami apabila anda masih bimbang.