Cara Mengatasi Rayap Pada Mebel Kayu

22 Sep 2015

Rayap, seperti semut hidup berkelompok, dan bisa memakan kayu secara berkelompok pula. Jika kayu dimakan, kayu akan berlubang-lubang, termasuk mebel kayu akan berlubang dan rapuh. Fungsi mebel jelas berkurang, tidak cuma keindahannya maupun fungsinya.

Kelas awet kayu sangat mempengaruhi keawetan kayu, dalam kelas awet kayu sebenarnya beraneka ragam.  Lingkungan tempat kayu berada, di luar rumah atau di dalam rumah, juga mempengaruh keawetan kayu. Misalnya rayap dengan jumlah yang sama menyerang dua jenis kayu yang keawetannya berbeda, tentu daya rusak rayap tersebut berbeda pada kayu.

Berikut ini ada 5 jenis kelas awet kayu  secara garis besar dan berikut adalah cara mengatasi rayap pada mebel kayu :

1. Kelas  Awet 1

Kelas awet kayu kelas 1 adalah kayu yang berat jenisnya lebih dari 0,9, daya tekannya lebih dari 650 kg/cm2, daya lenturnya lebih dari 1100 kg/cm2. Kayu ini jika berada di tanah terus dan diluar rumah, terkena hujan dan panas, bisa bertahan selama 8 tahun. Jika berada di luar rumah, menyentuh tanah,  tetapi tidak terkena hujan, bisa bertahan lama tanpa batas waktu.  Kayu ini tahan terhadap rayap maupun bubuk.  Kayu dengan kelas awet kelas 1 ini adalah Bengkirai tua, Ampupu tua, Balau tua, Ampupu, Bongin. Untuk mebel berbahan  kayu ini, agar tidak cepat rusak, sebaiknya mebel tidak bersentuhan dengan tanah yang lembab.

2. Kelas Awet 2

Berat jenis kayu ini 0,8-0,9. Daya lentur 720-1100 kg/cm2, daya tekannya 425 -650 kg/cm. Jika kayu ini selalu bersentuhan dengan tanah lembab, daya tahannya sampai 5 tahun, di luar rumah tapi tidak menyentuh tanah lembab, 15 tahun. Kalau tidak menyentuh tanah lembab, lebih lebih kalau dicat, daya tahannya bisa lama, beberapa generasi. Yang tergolong kayu ini adalah Balau mudah, Cempaga, kayu jati, kempas, lasi. Agar bertahan lama dan aman dari rayap, kayu dengan jenis ini sebaiknya difinishing stain atau painted, serta tidak bersentuhan dengan tanah lembab. Perlu juga diperiksa, jika ada laron masuk rumah. Laron adalah rayap yang terbang, kalau turun dan sayap lepas, ia kawin dan makan kayu.

3. Kelas Awet 3

Kelas awet kayu kelas 3 adalah kayu yang berat jenisnya antara 0,4-0,6, daya tekannya 300-425 kg/cm2, daya lenturnya 500-725 kg/cm2. Kayu ini jika berada di tanah terus dan diluar rumah, terkena hujan dan panas, bisa bertahan selama 3 tahun. Jika berada di luar rumah, menyentuh tanah,  tetapi tidak terkena hujan, bisa bertahan 10 tahun.  Kayu ini rawan terhadap rayap maupun bubuk.  Rayap bisa makan kayu ini lebih cepat dibandingkan dengan kayu kelas awet 2.  Kayu dengan kelas awet kelas  2 ini adalah mahoni, Mentibu,  Mersawa, Salimuni, Sindur. Untuk mebel berbahan  kayu ini, agar tidak cepat rusak, sebaiknya mebel tidak bersentuhan dengan tanah yang lembab, selalu diperiksa apakah ada rayap atau tidak. Sebaiknya sebelum mebel difinishing, direndam, dikuas, disemprot dengan cairan anti rayap, misalnya lantrek.

4. Kelas Awet 4

Kelas awet kayu kelas  adalah kayu yang berat jenisnya antara 0,3-0,4, daya tekannya 215-300kg/cm2, daya lenturnya 300-500kg/cm2. Kayu ini jika berada di tanah terus dan diluar rumah, terkena hujan dan panas, bisa bertahan beberapa bulan. Jika berada di luar rumah, menyentuh tanah,  tetapi tidak terkena hujan, bisa bertahan 1-2 tahun..  Kayu ini rawan terhadap rayap maupun bubuk.  Rayap bisa makan kayu ini lebih cepat dibandingkan dengan kayu kelas awet 3.  Kayu dengan kelas awet kelas  2 ini adalah pulai, surian,  merambung, kenanga. Untuk mebel berbahan  kayu ini, agar tidak cepat rusak, sebaiknya mebel tidak bersentuhan dengan tanah yang lembab, selalu diperiksa apakah ada rayap atau tidak, terutama jika ada laron.  Laron adalah rayap dewasa, yang akan mempinakkan rayap-rayap. Sebaiknya sebelum mebel difinishing, direndam, dikuas, disemprot dengan cairan anti rayap, misalnya lantrek.

Source by:  Indonesian Furnitures