Bagaimana Cara Mengetahui Furnitur Antik atau Bukan?

09 May 2016

Bagaimana Cara Mengetahui Furnitur Antik atau Bukan?

Tips mengidentifikasi atau mengenali furnitur antik yang asli atau yang tidak asli.

 

furniture_antik_1-300x210

Saat kita mengunjungi sebuah toko barang antik, kadang kita terpikat pada sebuah kabinet yang nampak tua dan antik yang usianya sudah puluhan atau bahkan ratusan tahun. Tapi sebaliknya, furnitur yang nampak antik dari luar bisa saja merupakan furnitur baru yang direproduksi agar terkesan antik dan klasik. Jika dilihat secara global dengan mata telanjang, nampaknya memang tidak ada perbedaan yang terlalu siginifikan. Tapi jika kita cermati lebih detail, pasti ada beberapa ciri khas yang membedakan furnitur antik asli dan furnitur antik palsu.

Diperlukan pengetahuan tentang furnitur antik agar kita dapat melihat apakah sebuah furnitur antik itu asli atau bukan. Berikut ini beberapa langkah yang bisa Anda terapkan untuk mengenalinya.

1. Berhati – hatilah dalam melakukan pengamatan furnitur antik
Kita tidak yakin apakah furnitur yang akan kita amati adalah furnitur antik asli atau tidak, maka kita perlu berhati – hati dalam melakukan penanganan dan pengamatan padanya. Usap dan bersihkan furnitur dari debu dengan menggunakan kain kering. Jangan gunakan bahan kimia berbahaya untuk membersihkan furnitur antik, sebab bahan kimia akan merusak bahan finishing dari furnitur antik tersebut. Sebaiknya Anda perlu berkonsultasi pada ahli barang antik atau kurator sebelum melakukan tindakan pada furnitur antik.

2. Sebelumnya, cari referensi model – model furnitur antik di masa lalu
Lakukan penelusuran referensi furnitur antik, bisa dengan mencari di internet, majalah, buku, atau toko antik, mengenai model dan desain furnitur di masa lalu. Lalu, identifikasi ciri – cirinya dan bandingkan apakah furnitur Anda memiliki ciri, karakter, desain, dan tampilan yang sama dengan furnitur di masa lampau.

3. Lakukan pengamatan di bawah sinar yang terang
Lakukan pengamatan yang menyeluruh pada furnitur antik di bawah sinar yang terang, diusahakan sinar matahari di siang hari. Cari apakah ada beberapa tanda yang dibuat dari furniture maker, misalnya tanda tulisan tangan, stampel, atau label yang biasanya kita temui di bagian bawah atau belakang furnitur. Sementara itu, furnitur antik yang asli pasti menunjukkan tanda – tanda penggunaan dalam jangka waktu lama, bisa berupa noda, keretakan, atau permukaan yang tak lagi halus.

4. Cari tahu material yang digunakan pada furnitur antik tersebut
Kenali material furnitur antik yang ada di depan Anda. Jika terbuat dari plastik atau polymer, tak dapat dipungkiri bahwa furnitur tersebut adalah furnitur yang tergolong modern. Selain itu, furnitur yang diproduksi sebelum tahun 1900 biasanya terbuat dari kayu ek, maple, birch, pinus, mahoni, kayu jati, walnut, cherry, dan rosewood. Selain itu, bahan kayu akan menyusut seiring berjalannya waktu, maka cari tahu apakah ada tanda – tanda penyusutan pada kayu, terutama pada kabinet, laci, atau barang – barang tatahan. Jika ada, kemungkinan besar furnitur itu benar – benar furnitur antik.

furniture_antik_2-300x225

5. Pelajari bahan finishingnya
Setiap furnitur biasa dilengkapi finishing pada permukaannya. Untuk furnitur kayu antik dari tahun 1800 hingga 1900an, bahan finishing yang paling sering digunakan adalah waxes dan minyak, karena cat masih jarang digunakan dan kasar jika disentuh.

6. Cari tahu apakah ada tanda – tanda reparasi atau perbaikan
Untuk mengidentifikasi apakah ada tanda reparasi atau perbaikan, lepaskan semua laci dan pisahkan setiap bagian – bagiannya dengan hati – hati, jika memungkinkan. Dengan menggunakan flashlight kecil, pelajari apakah ada tanda – tanda reparasi atau perbaikan yang pernah dilakukan pada furnitur ini sebelumnya. Tanda – tanda reparasi furnitur antik meliputi pemasangan kayu yang tidak pas, noda atau bekas tambalan, veneer, dan sebagainya.

7. Lihatlah pada pintu dan lacinya, jika ada
Untuk menentukan apakah sebuah furnitur adalah furnitur antik asli atau bukan bisa dilihat dari laci dan pintunya. Dovetails, yakni sambungan yang biasa digunakan untuk menyatukan beberapa potongan kayu, adalah salah satu penanda bahwa sebuah furnitur tergolong antik atau tidak. Dovetails di masa lalu dibuat dengan manual dari tangan, sehingga terlihat tidak terlalu seragam. Kebalikannya, dovetails yang ada di masa – masa modern hingga sekarang dibuat dengan mesin pabrikan, sehingga terlihat sangat simetris dan presisi. Jadi, jika sebuah furnitur memiliki dovetails asli yang amat simetris, kemungkinan besar furnitur tersebut bukan furnitur antik.

8. Lihatlah hardware dan konstruksi pada furnitur antik
Cek hardwarde dan kontruksi serta penyusunan tiap elemen pada furnitur antik. Furnitur antik dibuat dari paku dan skrup jaman dahulu yang bentuknya tidak simetris dan cenderung memiliki ujung yang tumpul dan kasar. Bahkan untuk furnitur antik yang dibuat di pertengahan abad ke 19, skrup dan pakunya mungkin sudah masuk ke dalam kayu, tertanam, dan melekat kuat pada serat – serat kayu hingga sulit dipisahkan. Sebaliknya, skrup dan paku modern memiliki bentuk bulat sempura dengan ujung lancip.

 

Source by : architectaria